ABSTRAK
Gangguan yang dialami oleh sebuah mesin dalam sebuah sistem produksi akan mempengaruhi keseluruhan proses produksi. Maka dari itu, perusahaan harus melakukan beberapa tindakan untuk mengatasi hal tersebut diatas. Filling Valve merupakan katup yang berguana untuk memasukkan air kedalam botol, sehingga kerusakan pada komponen ini dapat mengakibatkan isi botol tidak sesuai dengan standar yang telah ditetaokan dan dapat juga mengakibatkan botol pecah. Maka dari itu perlu rasanya untuk dikaji jadwal optimal preventive maintenance bagi Filling Valve ini.
Data yang diperlukan untuk menentikan optimal preventive maintenance adalah data kerusakan mesin filler yang bersumber dari daily report bagian produksi pada periode januari-desember 2009. Berdasarkan data kerusakan tersebut dilakukan perhitungan Time to Repair (TTR) dan Time to Failure(TTF). Metode straight line fitting digunakan untuk mengetahui distribusi data, yang bermanfaat dalam menentukan paraqmeter distribusi untuk mengetahui MTTF dan MTTR.
Berdasarkamn perhitungan yang telah dilakukan, maka didapat nilai MTTF(Mean Time To Failure) Filling Valve pada mesin Filler = 16,3 jam. MTTR (Mean Time ToRepair) Filling Valve pada mesin Filler =187,9 menit. Laju kerusakan Filling Valve pada mesin Filler cenderung terus menurun. Penurunan laju kerusakan dapat disebabkan oleh semakin banyaknya tenaga ahli yang tersedia.
Keywords : MTTR (Mean Time to Repair, MTTF (Mean Time to Failure), Straight Line Fitting
Tidak ada komentar:
Posting Komentar